Jumat, 06 Mei 2011

Control (UK.2007)


Director:
Antoin Corbjn
Screenplay :
Deborah Curtis (Novel), 
Matt Greenhalgh (Screenplay)
Cast:
Sam Riley – Ian Curtis
Samantha Morton – Deborah Curtis
Alexandra Maria Lara – Annik Honore
Toby Kebbel – Rob Gretton
Joe Anderson – Peter Hook
James Anthony Pearson – Bernard Summer
Harry Treadaway – Stephen Morris

Banyak sekali film-film yang merupakan hasil adaptasi kisah-kisah hidup banyak selebtiris dan tokoh ternama dunia. Beberapa bahkan dibuat saat sang selebritis atau tokoh tersebut masih hidup. Lihat saja bagaimana kisah hidup Kurt Cobain baik menjadi inspirasi banyak film-maker, bahkan tahun 2010 lalu muncul lagi sebuah dokumenter terlengkap dari hidup Cobain, When You’r Strange. Lihat pula Stephen Frears yang mengambarkan secara fiktif bagaimana Ratu Elizabeth II menerima kematian mantan menantunya, Lady Di dalam The Queen (2006). Atau cerdasnya Benneth Miller menvisualisasikan bagaimana Truman Capote berhasil menyelesaikan In Cold Blood juga dengan cara yang juga ‘cold blood dalam Capote (2005).


Dunia musik memberikan banyak catatan sejarah panjang bumi ini. Hasil-hasil karya musik menjadi salah satu karya terbaik anak manusia yang diperuntukkan untuk manusia itu sendiri. Musisi cerdas menjadi panutan dan digemari ribuan bahkan jutaan orang karena berhasil membawa perubahan besar dalam dunia musik itu sendiri atau bahkan mempengaruhi banyak hal disekitarnya. Selain Kurt Cobain, salah satu yang mungkin masih akan terus diingat adalah Ian Curtis. Pentolan dan vokalis band Joy Division yang sangat populer akhir 1970an. Ian ditemukan mengantung dirinya di rumahnya sendiri pada usia 23 tahun. Control mencoba mengilas balik kisah hidup Ian sepanjang kariernya bersama Joy Division sampai akhirnya meninggal mengenaskan.

Ian Curtis (Sam Riley) berasal dari kota kecil Macclesfield, Chesire, Inggris. Ian adalah pribadi yang tertutup, suka menyendiri, sering menghabiskan waktu di kamarnya sambil mendengarkan musik-musiknya David Bowie, menulis puisi dan menenggelamkan impian-impiannya bersama kesuraman pikirannya. Kelihaian Ian dalam menulis puisi, lirik lagu dan kecintaan pada musik membawanya bertemu dengan Bernard (James Anthony Pearson) dan Peter Hook (Joe Anderson) yang menawarkan padanya untuk menjadi vokalis utama dan penulis lagu-lagu untuk band mereka yang bernama Warsaw. Kecocokan diantara mereka berlangsung lama hingga beberapa tahun kemudian mereka sepakat menganti nama Warsaw dengan Jov Division.

Sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya adalah menikahi Deborah Curtis, kekasihnya yang baru berusia 16 thn, dan saat itu Ian baru berusia 19 thn. Terlalu sibuk dengan bandnya dan tidak bisa menentukan fokus utama hidupnya membuat hubungan pernikahannya dengan Deborah terombang-ambing tidak jelas. Apalagi kesuksesan Joy Division semakin melambungkan namanya yang membuat Ian semakin tidak bisa mengontrol dirinya. Pertemuannya dengan Annik (Alexandra Maria Lara) seorang wanita Belgia semakin menjauhkannya dari Deborah.

Ditangan manajer Rob Gretton (Toby Kebbel) Joy Division menunjukkan kemajuan yang pesat dan mengembirakan. Bertolak belakang dengan kehidupan pribadi Ian. Selain isu perselingkuhan yang merusak hidupnya, kondisi kesehatan juga menjadi penyebab Ian terjebak pada tujuan hidup yang tak tentu arah. Kejayaan, popularitas yang berlebihan, ketidak seimbangan mental dalam menghadapi semuanya mengantar Ian pada sebuah keputusan untuk mengakhiri hidupnya. Entah bentuk dari rasa bersalahnya pada Deborah, atau ketidakpuasannya pada Joy Division, atau kondisi emosional kejiwaannya yang tidak menentu, tidak begitu jelas ditampilkan apa sebenarnya alasan utama Ian akhirnya memutuskan mengantung diri di dapur rumahnya pada 18 mei 1980.

Film ini diangkat dari sebuah novel yang ditulis sendiri oleh istri Ian, Deborah Curtis yang berjudul Touching from a Distance. Deborah yang dinikahi Ian pada usia 16 tahun harus berbesar hati merelakan perasaan marah, benci dan terbuang untuk menuliskan kenangan termanisnya tentang mantan suaminya. Deborah menuliskan tanpa ada rasa benci dan penyesalan pada novel tersebut, benar-benar menjadi sebuah novel perjalanan hidup salah seorang musisi muda terhebat yang pernah hidup dengan cinta yang begitu besar dari istrinya.
Tidak jauh berbeda dengan novelnya, Corbijn juga berhasil memaparkan adaptasinya menjadi sebuah biopic musisi yang tanpa ada embel-embel dramatisasi yang berlebihan, menjadi sebuah kisah menyentuh tanpa perlu adanya tempelan kesedihan karena pada dasarnya kisah hidup Ian Curtis sudah sangat mengugah hati. Detail teknis diperlihatkan dengan baik karena film ini berhasil membangun suasana tahun 1970an seperti misalnya penggunaan sinematografi hitam putih. Naskah adaptasi yang ditulis oleh Matt Greenhalgh berhasil menuangkan lingkupan kisah sendu hidup Ian dengan sentuhan musik-musik Joy Division yang ditampilkan juga dengan lengkap dan asli.


Yang menjadi poin terbaik film ini adalah aktor Sam Riley yang memerankan Ian. Sam memiliki paras yang begitu mirip dengan Ian, berhasil membawakan perannya dengan baik. Penonton berhasil dibuat yakin bahwa Ian Curtis seperti hidup kembali dengan gestur, bahasa tubuh dan caranya berbicara Ian Curtis diadaptasinya dengan sempurna. Tidak salah kemudian kalau Sam mendapatkan banyak sekali kritikan positif dan beberapa penghargaan sebagai pendatang baru terbaik. Samantha Morton yang aslinya telah berusia 30an berhasil menyakinkan penonton menjadi Deborah yang baru berusian 16 thn. Atas usahanya ini Morton mendapatkan nominasi BAFTA 2008 untuk aktris pendukung terbaik.

Sebagai karya perdana dari Corbijn, film ini berhasil memaparkan kisah sederhana yang kompleks dan menyentuh dari salah satu musisi terbaik dunia. Sebuah kisah biopic tanpa dramatisasi dari Ian Curtis dengan identitas musik Joy Division yang kuat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar